Ingatan Tentang Sebongkah Batu
“Cerita ini dulu
dilarang untuk diketahui oleh orang-orang, tapi sekarang semua orang bisa tahu”.
(Herlambang, satpam USD)
4 Desember 2011, pukul 23.03
Malam Senin itu sama seperti malam-malam yang biasanya. UKM-UKM di Student Center Sanata Dharma sudah tak lagi ada suara. Sunyi dan gelap. Tinggal kami berdua, Richy dan aku, dua orang penunggu tetap natas, yang masih berusaha untuk menghabiskan waktu yang semakin membosankan. Karena perut belum diisi sejak pagi, kami pun memutuskan untuk mencari makan di warung burjo terdekat. Selang beberapa menit setelah aku memesan segelas teh hangat dan seporsi nasi telur, terdengar suara sepeda dengan penumpangnya yang punya wajah tak asing bagi kami. Ia adalah Herlambang, seorang satpam senior di Sanata Dharma. Dengan senyuman khasnya dia menyapa kami. “Halo pak, enggak jaga?” sapa Richy sok asik.